Kamis, 07 Januari 2010

Pesisir dan Proses II

C. Mintakat Pantai
1. Pesisir ( coast) adalah daratan dibelakang pantai (shore) yang tidak tergenang air laut tetapi mendapat pengaruh bahari, batasnya disebut coast line.
2. Pantai (Shore) adalah daerah yang terletak antara air pasang dan surut, garis batas darat-laut disebut Shore Line.
Dalam Geomorfologi istilah pantai mencakup Shore dan Coast. Istilah Shoreline untuk menyatakan keseluruhan daerah pantai (Shore dan Coast).

Pantai dibedakan:
a) Pantai belakang (Back Shore), bagian pantai yang letaknya di belakang pantai depan (foreshore) sampai garis pantai (coast line) yang hanya tergenang air pada saat pasang besar, berasosiasi dengan berm (gundukan yang dibentuk gelombang).
b) Pantai depan (Fore Shore), bagian yang tergenang pada waktu air pasang sampai surut.
c) Beach, sedimen di daerah pantai dibedakan menjadi:
• Lower fore shore beach
• Upperr fore shore beach
• Back shore beach
3. Lepas Pantai (Off Shore) yaitu daerah yang meluas dari garis pasang surut terendah kea rah laut, dibedakan:
• Inshore, meluas dari garis pasang-surut sampai gosong pasir (bar) atau daerah empasan (Breakers).
• Off shore, meluas di sebelah luar, arah ke laut.

D. Klasifikasi Pantai
 Menurut Johnson, dibedakan:
1. Pantai Tenggelam (Submergence Shore Lines), daerah pantai mengalami penurunan atau tergenang oleh air pada akhir jaman Glasial sehingga lembah-lembahnya tenggelam. Termasuk dalam golongan ini adalah Pantai Fiord, Ria, dan Skeen.
2. Pantai Timbul (Emergence Shrelines), pantai yang datar kemudian terangkat, daratan naik atau lautnya yang turun.
3. Pantai Netral (Neutral Shore Lines), tidak dijumpai tanda-tanda penurunan atau pengangkatan di daerah pantai, yang termasuk jenis pantai ini antara lain: pantai berdelta, pantai karang, pantai gunung api.
4. Pantai Campuran (Compound Shore Lines), semula merupakan pantai tenggelam yang terdiri dari beach kemudian air laut surut sehingga dasar laut muncul ke permukaan, atau pantai timbul kemudian tenggelam karena daratan mencair.
 Menurut Shepard:
1. Kelompok Primer (Non Marine Agency), terjadi bukan karena proses marin, sering disebut Youth full Coast. Jenis ini dibedakan menjadi:
a. Terbentuk karena erosi di daratan
b. Terbentuk karena deposit dari daratan
c. Terbentuk karena aktivitas vulkanik
d. Terbentuk karena diastropisme, missal patahan, lipatan
2. Kelompok Sekunder (Marine agency), terbentuk karena proses marine (mature coast), dibedakan:
a. Shorelines save by marine erosion (erosi)
b. Shorelines save by marine deposition (deposisi)
c. Coral reef coast (pantai karang)
 Macam-macam pantai bagian daratan yang berbatasan dengan laut:
1. Pantai Ria (Ria Coast). Pantai ini terjadi jika pantai bergunung-gunung dan berlembah-lembah dengan arah melintang (kurang lebih tegak lurus) terhadap pantai. Pantai mengalami penurunan relative sehingga lembah-lembahnya tergenang air laut. Bentuknya berkelok-kelok, berupa corong-corong yang mengarah ke darat. Pada tiap teluk bermuara sebuah sungai.
2. Pantai Fiord (Fiord Coast). Pantai ini terjadi karena palung-palung gletser yang mengalami pemerosotan (gerak turun) relative sampai di bawah yang mengalami erosi glacial yang sampai ke pantai. Tebingnya curam, lembahnya berbentuk U.
3. Pantai Nehrungen dan Haff (Barrier Coast). Pantai ini terhalang oleh lagun. Diantara pantai dengan nehrung terdapat lagun.
4. Pantai Berdelta (Delta Coast). Pada pantai ini terdapat muara-muara sungai berdelta karena pantai landai dan gelombang lautnya kecil.
5. Pantai Vulkanik (Volkano Coast). Pada pantai ini terdapat gunung-gunung berapi.
6. Pantai Karang (Coral reef Coast). Pada pantai ini terdapat gosong-gosong karang.
7. Pantai Sesar/Patahan (Foult Coast). Pantai yang mengalami patahan atau sesar. Pantai semacam ini meliputi daerah yang terbatas.
8. Pantai Bodden. Pantai ini terdapat disebelah selatan Baltik. Di lepas pantainya terdapat pulau-pulau yang tidak teratur bentuknya. Pulau-pulau ini sisa dari pemerosotan dan disambungkan satu sama lain oleh Spits.
9. Pantai Longitudinal. Pantai ini terjadi jika pada pantai tersebut terdapat pegunungan yang letaknya sejajar dengan pantai. Bentuk pantainya teratur, memperlihatkan garis yang melurus. Di depannya terdapat pulau-pulau berderet memanjang dan sejajar dengan pantai.
10. Pantai Berteras (Marine Terrace). Pantai ini terbentuk karena mengalami pengangkatan yang tiba-tiba dan kemudian diam untuk waktu yang lama. Yang tadinya merupakan daerah abration platform sekarang menjadi pantai daratan (marine terrace). Jika hal ini terjadi beberapa kali, akan terbentuk beberapa teras.

 Tipe pantai berdasarkan sifat fisiknya
1. Pantai berbatu; terbentuk dari granit dari berbagai ukuran,tempat ombak memecah
2. Pantai berpasir; dapat ditemukan di daerah yang jauh dari pengaruh sungai besar
3. Pantai berlumpur; terdapat di daerah sekitar muara berdampingan dengan estuaria
4. Pantai berkarang; terbentuk dari rumah/cangkang hewan laut maupun tumbuhan laut.

E. Bentuk Topografi Pantai
Dipengaruhi oleh aktivitas gelombang, arus, sungai, angin dan organisme.
1. Bentuk-bentuk hasil erosi
Disebabkan oleh aktivitas gelombang, baik oleh kekuatan gelombang itu sendiri (hydrautic action) maupun karena membawa pasir (abrasi).
a. Gua Laut (sea Caves), terbentuk karena cliff mengalami erosi bawah (under cutting) oleh pukulan gelombang arus.
b. Celah (Cleff), erosi oleh gelombang/ arus yang menimpa retakan/patahan menyebabkan terbentuknya celah di pantai.
c. Teras-teras (Wave cut terraces), terjadi karena dasar laut dangkal tererosi, permukaan menjadi rata kemudian terangkat.
2. Bentuk-bentuk sisa erosi
a. Cliff adalah dinding terjal di pantai, sisa daratan yang terkikis gelombang.
b. Stack yaitu tiang-tiang baru yang terpisah dari daratan. Tersusun dari batuan yang resisten sehingga masih bertahan dari pukulan gelombang.
c. Arc adalah berlubang tembus sebagai akibat kikisan gelombang, tersusun dari batuan yang lunak (tidak resisten).
d. Head Land yaitu batuan darata resisten yang menjorok ke laut sebagai akibat erosi gelombang, terdiri atas batuan lava dan breksi.
3. Bentuk-bentuk hasil pengendapan
Sebagai tenaga pengendap adalah gelombang, arus, sungai dan angin.
a. Gisik (Beach) adalah endapan pantai yang terletak antara mintakat pasang dan surut.
b. Gosong pasir (Bar) yaitu endapan pasir/kerikil di laut sejajar garis pantai.
• Off shore bar (barrier bar), terdapat di laut lepas, hasil pengendapan backwash.
• Laguna (lagoon), laut dangkal antara daratan dan off shore bar.
• Spit, endapan arus sepanjang pantai, salah satu ujungnya menjorok ke laut lepas.
• Hooks (Recurved spit), ujung spit dibelokkan arahnya karena adaarus dari arah berlawanan, ujung spit kemudian melengkung ke arah laut lepas.
• Loops ujung spit dibelokkan kea rah daratan dan bersambung dengan daratan.
• Bay mouth bar (embankment), endapan pasir di mulut teluk yang terpisah dengan laut lepas karena arus sejajar pantai memotong mulut teluk tersebut.
• Tombolo, endapan yang menghubungkan daratan dengan pulau, sebagai akibat reflaksi gelombang karena rintangan pulau tersebut.
c. Guguk pasir pantai (Coast dunes) adalah timbunan pasir di pantai sebagai akibat hasil aktivitas angin dan vegetasi.
• Free dunes, timbunan pasir di pantai oleh pengendapan angin tanpa dibantu vegetasi.
• Impleded dunes, timbunan pasir di pantai oleh pengendapan angin dan vegetasi/topografi kasar.
4. Bentukan Organisme
Dibentuk oleh aktivitas organisme di laut, meliputi pantai terumbu karang, pantai bakau dan pantai berumput payau.
a. Terumbu karang (Coral reef) yaitu pantai/ pulau yang tersusun dari karang sebagai akibat aktivitas organism polyps atau ganggang kapur.
b. Pantai bakau
Di daerah tropis bakau (mangrove) beradaptasi dengan air asin sehingga banyak dijumpai pada mintakat pasang surut. Fungsi terpenting tanaman bakau di pantai adalah melindungi erosi gelombang dan menjadi perangkap sedimen yang terbawa dari darata maupun dari laut pada saat pasang sehingga proses deposisi berlangsung cepat.

Zona Pesisir
Berdasarkan kedalamannya zona pesisir dapat dibedakan menjadi 4 wilayah (zona) yaitu :
a. Zona “Lithoral”, adalah wilayah pantai atau pesisir atau “shore”. Di wilayah ini pada saat air pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan. Oleh karena itu wilayah ini sering disebut juga wilayah pasang surut.
b. Zona “Neritic” (wilayah laut dangkal), yaitu dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuhan-tumbuhan, contoh Jaut Jawa, Laut Natuna, Selat Malaka dan laut-laut disekitar kepulauan Riau.
c. Zona Bathyal (wilayah laut dalam), adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 hingga 1800 meter. Wilayah ini tidak dapat ditembus sinar matahari, oleh karena itu kehidupan organismenya tidak sebanyak yang terdapat di zona meritic.
d. Zona Abysal (wilayah laut sangat dalam), yaitu wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1800 m. Di wilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuh-tumbuhan, jenis hewan yang hidup di wilayah ini sangat terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman